PENGALAMAN BERMAIN GENDANG



Sore enam belas agustus dua ribu tujuh belas, saya menjadi salah satu yang menebuk gendang dari lima kawanku sebagai kontingen dari kecamatan walenrang. Empat kawanku itu adalah murni mahasiswa sanggar seni cokroaminoto palopo (S2UCP Palopo). Karena aku kenal mereka sudah hampir satu tahun, saya pun sering dilibatkan dalam beberapa kegiatan mereka,salah satunya job (istilah yang mereka pakai ketika dipanggil untuk mengisi acara pernihakan untuk menari dan iringan gendang atau bermain musik di cafe-cafe yang ada di kota Palopo) menabuk gendang ini.

Sebenarnya saya bukanlah mahasiswa cokroaminoto, tapi karena terbilang sudah dekat dan akrab dengan mereka yang kadang-kadang mereka menyebut saya sebagai bagian dari keluarga besar mereka di S2UCP Palopo.

Pengalaman bermain gendang pada festival budaya di Kota Belopa kemarin adalah pengalaman pertama saya dalam seni pergendangan. Meski pukulanku masih sering salah, tetapi bisa tertutupi karena kami berjumlah enam orang. Karena baru pertama kali menerima uang hasil bermain gendang, saya merasa itu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup saya. Yah, mungkin kelima temanku yang sudah malang-melintang dalam seni menebuk gendang merasa biasa-biasa saja ketika menerima uang hasil nge-job-nya itu.

Uang dengan enam digit angka itu sangat membantu tentunya untuk beberapa hari kedepan untuk ukuran mahasiswa rantau sepertiku. Karena rezeki harus dibagi kepada orang lain, maka saya tak lupa mentraktir temanku yang sesama mahasiswa rantau yang jauh dari kampung halaman. Sebagai mahasiswa rantau, atau sesama mahasiswa rantau pasti tahu bagaimana suka-dukanya dalam mengelola keuangan pribadi. Terlalu hemat, tentu tidak akan mengenakkan untuk beberapa teman jika harus selalu dibayarkan makanan atau minumanya. Terlalu boros pun, lebih tidak mengenakkan jika uang kiriman yang sudah tahu sedikit malah selalu mengikuti keinginan perut yang berlebihan. Banyaklah suka-duka sebagai mahasiswa rantau.

Kembali ke tema, pengalaman bermain gendang kemarin. Satu rahasia yang ingin saya bagikan lagi, mengapa pada umumnya para seniman banyak disukai oleh kalangan wanita atau tepatnya punya banyak kekasih?. Seperti halnya seniman besar Mozart yang banyak disukai wanita, mereka pun sama karena mereka pandai memikat wanitanya dengan pukulan gendang mereka ditambah dengan sedikit gombalan mau ala mahasiswa seni. Hahaha...


Tapi meskipun begitu, mereka yang seperti itu ketika telah bertemu dengan belahan jiwanya maka mereka akan sangat setia melebihi setianya anggota dewan pada almamater partainya. Hehe.. Dan untuk wanita yang baru menjalin hubungan dengan mahasiswa seni akan selalu cemburu kepada lelakinya ketika mereka melihatnya bermain gendang. Bagaimana tidak, mereka selalu dikelilingi dengan penari-penari yang dipilih secara selektif dengan kecantikan diatas rata-rata  yang bisa membuat lelakimu berpeluang besar untuk berpaling, itu jika sang wanitanya yang tak pandai memanjakan lelakinya. Hehe..  

Palopo, 17 Agustus 2017

Comments

  1. Iron Clusters | TITanium Spheres & Iron Rings
    Iron Clusters - ford escape titanium for sale TITanium Spheres & Iron titanium trimmer as seen on tv Rings by TITANA. titanium easy flux 125 amp welder This is the perfect blend of gold, titanium keychain silver, sterling, stainless steel apple watch titanium and emerald.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SENI PERANG

Lirik dan Chord Gitar Sisir Tanah - Bebal