TAMAN BACA, BUKAN TEMPAT SELFI
Pembangunan infrastruktur khususnya taman-taman kota oleh
Pemerintahan Kota Palopo dua tahun terakhir patut diacungi jempol. Taman Baca
misalnya, yang dulunya kurang didatangi oleh kalangan anak muda, kini setelah
dilakukan renovasi dan lebih diperindah dengan lampu dan gasebo ternyata
menjadi daya tarik anak muda untuk datang dan memanfaatkannya sebagai tempat
rapat, berdiskusi,dan tempat latihan.
Pembaharuan
taman baca itu ternyata telah menjadi salah icon yang banyak didatangi oleh
anak muda, bukan hanya menjadi tempat rapat, diskusi, atau latihan tapi juga
menjadi tempat selfi oleh kalangan
anak muda yang biasa disebut dengan anak muda kekinian.
foto sendri
Ket:motor masuk pekarangan taman
foto sendri
Ket:motor masuk pekarangan taman
Sebagai
mahasiswa saya sering mengunjungi taman baca sebagai tempat rapat komunitas. Dan,
karena keseringan rapat dan ngumpul di taman baca, saya sedikit bertanya-tanya
dalam hati, kok bisa motor bebas parkir dan berkeliaran di dalam wilayah taman
baca, apakah tidak ada yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengawasi taman baca
dari hal-hal yang seperti itu. Tapi yang menjadi pertanyaan besar pribadi atau
mungkin juga teman-teman yang sering berkunjung ke taman baca adalah bagaimana
bisa ditempat yang sudah berlabel “baca” tidak dilengkapi dengan adanya
perpustakaan. Dengan lampu-lampu dan
gasebo yang sangat mendukung mestinya juga dilengkapi dengan perpustakaan.
Taman baca seharusnya menjadi tempat membaca anak muda, bukan menjadi tempat selfi oleh anak muda “kekinian”.
Ket:https://www.facebook.com/photo.php?
fbid=1948384312105853&set=a.1513648698912752.1073741853.100008029088392&type=3&theater
Satu hal lagi yang mungkin dilupakan oleh pemerintah kota palopo terkait renovasi taman baca yaitu tempat parkir dan toilet. Terkait tempat parkir sebelum dan sesudah dilakukan renovasi Taman Baca masih saja tidak ada lahan tempat parkir yang dibuatkan, kita bisa maklumi mengingat hal itu adalah masalah umum yang dirasakan bagi sebagian kota-kota besar di indonesia termasuk Kota Palopo. Tetapi terkait toilet saya rasa kurang bisa diterima. Bagaimana bisa toilet terlupakan begitu saja, sedangkan gasebo dan lampu saja bisa dirubah. Mungkin kita sebagian warga palopo sudah terbiasa dengan kondisi toilet yang ada di sana, tanpa lampu dan pintu yang bolong. Tetapi, bagaimana jika orang luar palopo yang kebetulan ke taman baca dan ingin buang air kecil atau air besar kemudian mendapati toilet dengan kondisi demikian, tentu ini bisa menjadi pertanyaan besar bagi pengunjung tersebut. Bagaimana bisa taman baca yang tiap harinya ramai dikunjungi pengunjung dengan kondisi toilet yang begitu mengkawatirkan.
Dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Palopo priode saat ini, seperti infrastruktur jalan, renovasi taman atau pemaanfaatan lahan menjadi taman kota memang sangat patut kita berikan pujian. Tapi, satu hal yang menurut pribadi dilupakan oleh pemerintah yaitu pembangunan sumber daya manusia. Membangun minat baca masyarakat kota palopo, misalnya sangat kurang kita ketahahu dan jumpai didalam program-programnya. Pemerintah menginginkan peningkatkan ekonomi masyarakat, sementara masyarakat kurang dibekali dengan pengetahuan. Sangat kurang program pemerintah yang bertujuan untuk membangun sumber daya manusia, hal ini bisa menjadi masukan untuk program pemerintah palopo di masa mendatang.
Dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Palopo priode saat ini, seperti infrastruktur jalan, renovasi taman atau pemaanfaatan lahan menjadi taman kota memang sangat patut kita berikan pujian. Tapi, satu hal yang menurut pribadi dilupakan oleh pemerintah yaitu pembangunan sumber daya manusia. Membangun minat baca masyarakat kota palopo, misalnya sangat kurang kita ketahahu dan jumpai didalam program-programnya. Pemerintah menginginkan peningkatkan ekonomi masyarakat, sementara masyarakat kurang dibekali dengan pengetahuan. Sangat kurang program pemerintah yang bertujuan untuk membangun sumber daya manusia, hal ini bisa menjadi masukan untuk program pemerintah palopo di masa mendatang.
Kemudian
pemerintah mengharapkan generasi muda bisa menjadi penerus bangsa dikemudian
hari, tapi membaca buku saja jarang. Kita semua juga tahu, toko buku yang ada
di kota palopo sangat minim. Ditambah lagi kurangnya program pemerintah membangun
minat baca di kota palopo. Perpustakaan misalnya, yang seharusnya ada di taman
baca malah tidak ada sama sekali. Dengan adanya perpustakaan di Taman Baca
misalnya, bisa menjadi salah satu langkah dalam membangun minat baca masyarakat
pada umumnya dan anak muda pada khususnya, sebagaimana yang diharapkan Kota
Palopo di masa mendatang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Palopo.
Penutup
dari penulis terkait tulisan diatas yaitu, Memperbanyak lagi program yang
bertujuan membangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Pembangunan perpustakaan di
tempat-tempat umum (seperti Taman Baca, Taman Kirab, dll) , memperbanyak
pelatihan berbasis teknologi kepada petani, nelayan dan usaha-usaha mikro
sebagai modal untuk meningkatan taraf hidup masyarakat Kota Palopo di masa
mendatang.
#BloggerTanaLuwu.
Profil penulis:
Penulis bernama lengkap Rahman atau biasa di panggil Unjung.
Bertempat tinggal BTP Bogar Blok A no. 92 Kota Palopo. Penulis masih berstatus
mahasiswa akhir di Universitas Andi Djemma. Email: rahman.hukum@gmail.com. CP: 085230965913


wkkk.... sambil baca selfie dulu dong :)
ReplyDeletebiar tambah ramai taman bacanya
penerimaan cpns