KERAJAAN di SULWESI SELATAN
Kerajaan-kerajaan disulawesi selatan pada umumnya berjiwa demokratis. Ini dapat dilihat dari sistem pemerintahan dan ikatan persekutuan atau persaudaraannya sebagaimana bisa kita lihat dalam sejumlah aliansi antar kerajaan-kerajaan yang ada di sulwesi selatan. Contohnya Tellue atau ‘’ tiga kerajaan terbesar’’ yakni kerajaan lluwu, kerajaan Gowa, dan Kerajaan Bone.
Kerajaan
luwu, yang rajanya digelari payung artinya “ yang dipayungi”, memiliki sistim
pemerintahan kerjaan yang terdiri dari tujuh kerajaan lili –kerajaan bawahan –
dan 12 Ade’ yang berfungsi sebagai parlemen. Kerajaan Gowa, rajanya digelari
Somba artinya “yang disembah”, mempunyai sistim pemerintahan kerajaan yang
terdiri dari 9 kerjaan llili yang bernama Bate Salapang ini diketuai oleh
Tummabbicara Butta atau hakim negara. Sedangkan angota-anggotanya adalah:
Tumarilaleng Tua, Tumarilaleng Lolo, Karaeng Mamuju, Karaeng Pagiri, Karaeng
Pattalassang, Karaeng Barisallo, Gallang Mangngasa, Gallang Tombolo, Gallang
BorongloE.
Kerajaan
Bone, rajanya digelari Mangkau artinya “yang berbuat”, dengan sistem
pemerintahan kerajaan yang terdiri dari tujuh kerajaan lili yang dinamai Ade’
Pitue artinya “tujuh pemerintah adat” yaitu Arung ujung, Arung Tanete
Riattang,, Arung ta’, Arung tibojong, arung ponceng, arung tanete riawang,
arung macege. Arung macege yang dituakan.
Selain TelluE Bocco, ada lagi aliansi dari tiga kerjaan yang
cukup banyak beperan diseulawesi selatan. Dikenal dengan nama TellupoccoE, dan
terdiri dari kerjaan Bone, Kerajaan Wajo, dan Kerajaan Soppeng. Dan yang
dituakan diantara aliansi ini adalah kerjaan bone.
Kerajaan
Wajo diperintah tiga orang yakni perra ranreng bentempola, petta ranteng tuwa,
dan petta ranteng talottenreng. Masing-masing petta ranteng ini mempunyai wakil
simbol benderanya masing-masing. Wakil petta rantteng bentempola bersimbol
bendera merah dan gelar perra plla’e. Wakil petta tuwa bersimbol bendera kuning
dan digelar petta cakkuridie. Wakil petta ranreng talottenreng bersimbol
bendera warna-warni dan digelar petta pattolae. Ketiga wakil petta ranreng ini
disebut pula tellu bate loppo atau “tiga adat besar”. Sedangkan ketiga ranreng
bersama tia wakilnya disebut petta ennengnge yang artinya “enam raja yang
memerintah” dikerajaan wajo, dan diketuai petta ranreng bettempola.
Selain
tellue boco dan tellupoccoe, terdapat pula sebuah aliansi yang bernama tellu
mabatu papeng atau “tiga kerjaan didaratan rendah”. Kerajaan ini terletak
dibagian barat sulawesi selatan, dengan anggota : kerjaan barru yang rajanya
bergelar agung; kerajaan tanete yang bergelar datu; dan kerajaan soppeng-riaja
yang begelar arung. Tellu mabbatu papeng ini diketuai raja barru.
Terdapat
pula aliansi lima kerajaan yang terletak disebelah barat danau tempe, dan
dikenal dengan nama lima ajatappareng. Anggotanya adalah: kerjaan suppa dengan
gelar datu suppa, kerajaan mullusettasi dengan rajanya yang bergelar arung
mallusettasi, kerajaan sawitto dengan gelar addatuang wawitto, kerajaan
sidengreng dengan rajanya bergelar addatuang sidengreng, dan kerajaan rappang
dengan gelar arung rappang. Lima ajatappareng ini diketuai adatuang sidengreng.
Comments
Post a Comment