Pengangguran Terdidik Tahun 2015
Permasalahan bangsa ini sungguh sangat banyak. Mulai dari Kemiskinan, Pengangguran, dan masih banyak lagi. Tapi kesempatan kali ini saya ingin berbicara mengenai pengangguran dibidang pendidikan.
Pengangguran dibidang pendidikan sering juga sebut dengan istilah Pengangguran Terdidik. Nah Pengangguran terdidik artinya seseorang yang telah lulus pendidikan dan ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Tahun kemarin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, (Februari 2014-Februari 2015) jumlah pengangguran di Indonesia meningkat 300 ribu orang, sehingga total mencapai 7,45 juta orang. Jika Data BPS menjabarkan, maka tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,05%, disusul jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) 8,17 %, dan Diploma I/II/III sebesar 7,49%. Sementara, TPT terendah ada pada penduduk berpendidikan SD ke bawah dengan prosentase 3,61% di periode Februari 2015. Selama setahun terakhir TPT yang mengalami peningkatan yakni penduduk dengan pendidikan SMK 1,84 poin, Diploma I/II dan III sebesar 1,62 poin dan universitas 1,03 poin.
Disini tentunya kita bertanya-tanya, kenapa pengangguran terdidik tiap tahunnya semakin meningkat?? Jawabannya pasti banyak sekali. Diantaranya karena pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Akan tetapi penyebab utama pengangguran terdidik adalah kurang selarasnya perencanaan pembangunan pendidikan dan berkembangnya lapangan kerja yang tidak sesuai dengan jurusan mereka, sehingga para lulusan tersebut tidak terserap kedalam lapangan kerja yang ada. Faktanya lembaga pendidikan di Indonesia hanya menghasilkan pencari kerja bukan pencipta kerja.
Khusus untuk kata yang saya tebalkan diatas bisa menjadi perenungan kita bersama. Apakah kita akan menjadi pencari kerja! atau pencipta kerja!
*Semoga Bermanfaat
Comments
Post a Comment