MANAJEMEN AKSI MASSA
Oleh: Muh. Thamrin
Pengertian Aksi Massa
Aksi massa adalah suatu metode perjuangan yang
mengandalkan kekuatan massa
dalam menekan pemerintah/pengusaha untuk mencabut atau memberlakukan kebijakan
yang tidak dikehendaki massa.
Aksi massa
merupakan bentuk perjuangan aktif dalam rangka merubah kebijakan yang tidak
sesuai dengan kehendak massa,
oleh karena aksi massa
mengambil bentuk yang paling dekat dengan dinamika sosial yang berjalan dalam
masyarakat.
Bentuk-bentuk Aksi massa
Aksi massa dikenal dalam berbagai bentuk sesuai
dengan target dan sasaran aksi. Dilihat dari aktivitas aksi ada dua bentuk aksi
massa, yaitu
aksi statis, dan aksi dinamis. Aksi statis adalah aksi massa yang dilakukan pada satu titik tertentu
mulai sejak aksi dibuka sampai aksi dibubarkan. Aksi dinamis adalah aksi massa yang dimulai dari
titik kumpul tertentu kemudian berpindah sesuai dengan sasaran aksi.
1.
Rapat Akbar;
2.
Rally/Long March;
3.
Mimbar bebas;
4.
Panggung kesenian;
5.
dll.
Tahapan menuju aksi massa
Hampir tidak ada aksi massa yang berjalan
spontan. Kebanyakan aksi massa
dipersiapkan secara matang, mulai dari kekuatan massa yang akan dilibatkan, perangkat aksi
yang akan bertugas, isu dan tuntutan yang akan diangkat serta institusi yang
akan dituju. Pada dasarnya aksi massa
melalui tahapan sebagai berikut.
I.
Persiapan
Gagasan untuk melakukan aksi massa biasanya lahir atau terinspirasi dari
adanya syarat obyektif bahwa parlemen atau lembaga berwenang tidak tanggap
terhadap permasalahan yang dihadapi rakyat. Atau rakyat tidak sepenuhnya
percaya pada kemampuan para wakil rakyat yang berjuang di dalam parlemen.
Sebab, tidak semua anggota parlemen tentunya, dapat mengangkat permasalahan
secara terbuka dalam perdebatan parlementer. Oleh karena itu, diperlukan adanya
penekanan (pressure) massa untuk mengangkat permasalahan rakyat
menjadi perdebatan luas dan terbuka di intra parlemen maupun di pendapat umum (public opinion) di luar parlemen.
Semua hal yang berkaitan dengan upaya penekanan
dengan mengandalkan kekuatan massa
harus dipersiapkan sehingga segalanya berjalan lancar. Persiapan aksi massa berjalan dalam
lingkaran-lingkaran diskusi yang harus diorientasikan untuk melahirkan :
1.
Isu/tuntutan;
Isu atau tuntutan yang akan diangkat dalam aksi massa harus dibicarakan
dan diperdebatkan. Penentuan isu sangat penting karena akan memberi batasan
gerak secara keseluruhan proses aksi massa
di lapangan.
2.
Pra kondisi aksi
Pra kondisi aksi adalah aktivitas yang dilakukan
sebelum aksi utama massa
berlangsung. Pra kondisi tersebut bisa dalam bentuk aksi penyebaran selebaran,
penempelan poster, Grafiti Action, pawai kecil-kecilan disekitar kawasan
industri, dsb.
Tujuan pelaksanaan pra kondisi aksi adalah :
a.
Mensosialisasikan rencana aksi massa
beserta dengan isu/tuntutannya.
b.
Memanaskan situasi di kawasan tertentu yang menjadi sasaran kampanye
atau sasaran penyeretan massa.
3.
Perangkat Aksi massa;
Yang dimaksud dengan perangkat aksi massa adalah pembagian
kerja para partisipan aksi massa.
Perangkat aksi massa
ditentukan menurut kebutuhan. Biasanya, dalam aksi massa dibutuhkan perangkat sebagai berikut :
a.
Koordinator Lapangan (Kolap)
Korlap bertugas sebagai pemeimpin aksi di
lapangan, yang berhak memberikan instruksi kepada massa. Keputusan untuk memulai ataupun
membubarkan/mengakhiri aksi massa
ditentukan oleh korlap. Ia hendaknya merupakan orang yang mempunyai kemampuan
agitasi, propaganda, orasi dan komunikatif.
b.
Wakil Koordinator Lapangan (Wakolap)
Wakolap adalah pembantu kolap di lapangan. Ia
berfungsi sama dengan kolap.
c.
Divisi Acara
Divisi acara bertugas menyusun acara yang akan
dilangsungkan pada saat aksi massa.
Divisi acara juga bertugas mengatur jalannya acara pada saat aksi dilangsung
statis. Ia bertugas mengatur dan mengemas jalannya acara agar massa tidak menjadi jenuh.
d.
Orator
Orator adalah orang yang bertugas menyampaikan
tuntutan-tuntutan aksi massa
dalam bahasa orasi. Ia juga merupakan agitator yang membakar semangat massa.
e.
Humas/Hubungan Masyrakat
Perangkat aksi yang bertugas menyebarkan
seluas-luasnya perihal aksi massa
kepada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama pers dan media massa lainnya.
f.
Negosiator
Negosiator berfungsi sesuai dengan target dan
sasaran aksi. Misalnya target dan sasaran aksi adalah pendudukan gedung
DPR/DPRD sementara target tersebut tidak dapat dicapai karena dihalangi oleh
aparat keamanan, maka fungsi seorang negosiator adalah mendatangi komandannya
dan melakukan proses tawar menawar agar massa
aksi tidak dihalang-halangi. Karena itu hendaknya seorang negosiator adalah
orang yang mempunyai kemampuan seni diplomasi.
g.
Mobilisator
Orang yang bertugas memobilisasi massa, menyerukan kepada mssa untuk ikut
bergabung pada massa
yang akan digelar beberapa waktu mendatang. Kerja mobilisasi massa terletak sebelum aksi berlangsung.
h.
Kurir
Satu momentum aksi massa tidak bisa dipastikan hanya
dimanfaaatkan oleh satu komite aksi/kelompok saja. Bisa jadi pada saat itu satu
komite aksi sedang menggelar aksi massa,
ada kelompok lain yang juga menggelar kegiatan yang sama menuju sasaran yang
sama. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kesalahpahaman antar
komite aksi diperlukan fungsi kurir untuk menghubungkan kedua atau lebih komite
aksi yang menggelar acara yang sama.
Selain itu, kurir juga berfungsi menjembatani
komite aksi-komite aksi agar terjadi penyatuan massa atau aliansi taktis di lapangan. Kurir
dalam hal ini bertugas memberikan laporan kepada kolap perihal aksi massa yang dilakukan
komite aksi lain.
i.
Advokasi
Perbenturan antara massa dengan aparat keamanan harus dihindari,
akan tetapi kalau pun hal itu tidak bisa dihindari, dan terjadi penangkapan
oleh aparat keamanan terhadap para aktivis aksi massa. Dibutuhkan peran tim advokasi yang
bertugas membela (advocate) dan memberikan perlindungan hukum terhadap aktivis
aksi massa yang
telah distatuskan sebagai tersangka oleh aparat keamanan. Dengan demikian, aksi
massa selalu
dilengkapi dengan perangkat advokasi dan lazimnya perangkat ini bekerjasama
dengan institusi bantuan hukum yang mempunyai komitmen terhadap perjuangan
demokrasi.
j.
Self Defence Unit (SDU) /Unit Keamanan Aksi;
Sering terjadi aksi massa radikal menjadi aksi massa anarkis karena emosi massa terpancing untuk meakukan tindakan
destruktif. Ataupun aksi yang berlangsung Chaos dengan aparat keamanan atau dengan
kelompok tertentu. Antisipasi, terhadap kecenderungan semacam ini
dilakukan dengan melengkapi aksi massa
dengan perangkat Self Defence Unit (SDU). SDU atau disebut juga Unit keamanan (security Unit) bertugas mencegah
terjadinya penyusupan oleh pihak luar yang bertujuan memperkeruh suasana. Tugasnya
mengamati kondisi massa.
Selain itu, SDU juga berfungsi mengaitasi massa
dengan yel-yal dan lagu-lagu perjuangan agar aksi massa tetap tampil bersemangat.
k.
Logistik dan medical rescue
Perangkat logistik bertugas menyediakan
perlengkapan-perlengkapan fisik yang diperlukan dalam aksi massa seperti spanduk, poster, selebaran,
pengeras suara (megaphone) dan
pernyataan sikap (statement). Sedangkan medical rescue bertugas menyediakan
obat-obatan dan memberikan bantuan P3K terhadap massa yang kesehatan fisiknya terganggu
ketika aksi massa
berlangsung. Kalau terjadi bentrok antara aparat keamanan dengan massa dan menyebabkan
jatuhnya korban luka ringan, serius atau meninggal, maka tugas medical rescue untuk memberikan
pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan
perawatan intensif.
l.
Dokumentasi
Perangkat aksi massa yang lain adalah urusan dokumentasi.
Divisi ini bertugas mengabadikan penyelenggaraan aksi massa dalam bentuk gambar (fotografi) atau
dalam bentuk tulisan kronologi. Foto dan kronologis aksi massa ini penting sekali sebagai bukti jika
keadaan yang tidak diinginkan terjadi.
m.
Sentral Informasi
Sentral informasi adalah nomor telepon yang dijaga
oleh seseorang yang bertugas mendapatkan dan memberikan informasi tentang
kondisi massa,
situasi lapangan, sampai dengan informasi-informasi lainnya.
n.
Kronolog.
Kronolog berfungsi untuk mencatat segala sesuatu
yang terjadi selama aksi berlangsung, mulai dari tempat star aksi sampai aksi
selesai. Kronologis yang dibuat oleh kronolog nantinya berfungsi sebagai salah
satu dokumentasi aksi, sebagai bahan
evaluasi aksi, dan sebagai bukti tertulis jika ada hal-hal yang terjadi
kemudian.
4.
Kelengkapan material aksi massa
Selain kelengkapan struktur berupa perangkat aksi massa, dibutuhkan pula
kelengkapan material yang beruap instrumen aksi massa berupa :
a.
Poster adalah kertas ukuran lebar yang dituliskan tuntutan-tuntutan
aksi massa
dipermukaannya. Poster berisi tuntutan aksi yang ditulis tebal dengan spidol
atau cat agar jelas dibaca oleh massa
dan sasaran aksi massa,
ditulis dengan kalimat singkat, padat dan jelas.
b.
Spanduk adalah bentangan kain yang ditulis tuntutan-tuntutan atau nama
komite aksi yang sedang menggelar aksi massa.
c.
Selebaran adalah lembaran kertas yang memuat informasi agitasi dan
propaganda kepada massa
yang lebih luas agar memberikan dukungan terhadap aksi massa.
d.
Pengeras suara adalah perangkat keras elektronika yang berfungsi
memperbesar volume suara.
e.
Pernyataan sikap/statement adalah pernyataan tertulis yang memberikan
gambaran sikap massa
terhadap satu kebijakan satu institusi/perorangan, dibacakan dibagian akhir
proses aksi massa.
Penyusunan pernyataan sikap biasanya didelegasikan kepada Humas atau divisi
logistik.
5.
Masa persiapan Aksi
Kehadiran massa
dalam jumlah yang massif dalam aksi massa
merupakan faktor yang menentukan keberhasilan aksi massa. Semakin besar kemampuan aksi suatu
komite aksi dalam hal mobilisasi massa
untuk memberikan suport akan semakin memberikan konstribusi positif terhadap
aksi massa.
Maka pada tahap persiapan aksi massa
dipersiapkan perangkat aksi/divisi khusus bekerja memobilisasi massa sebelum aksi berlangsung.
6.
Target Aksi
Target aksi adalah tujuan-tujuan minimal dan
maksimal yang akan diraih dalam aksi massa
tersebut. Misalnya aksi massa
dengan target membangun persatuan dan solidaritas, target mengkampanyekan
isu/tuntutan, target memenangkan tuntutan, dll.
7.
Sasaran dan Waktu
Mobilisasi massa
akan diarahkan kemana senantiasa dibicarakan dalam persiapan pra aksi massa. Instansi atau
lokasi yang dituju disesuaikan dengan isu atau tuntutan yang diangkat. Oleh
karena itu ditentukan pula metode aksi massa
yang diterapkan : rally dari satu
titik awal menuju sasaran atau massa
langsung dimobilisasi ke sasaran tujuan.
Sasaran aksi massa
adalah institusi perwakilan rakyat atau institusi lain yang relevan dengan
tuntutan massa.
Misalnya : tuntutan aksi tentang pencabutan dwi fungsi ABRI/TNI maka sasaran
yang relevan untuk tuntutan tersebut adalah instansi militer. Tuntutan
pembatalan kenaikan harga BBM maka institusi yang dituju adalah istana
negara/kepresidenan atau dewan perwakilan rakyat.
Sedangkan waktu (momentum) aksi ditentukan
berdasarkan kebutuhan yang paling mungkin dengan segala pertimbangan seperti ;
basis massa,
sasaran aksi massa.
Jika basis massa
aksi direncanakan mahasiswa, maka aksi diselenggarakan pada hari libur
mahaiswa. Begitu pula dengan sasaran, kantor-kantor pemerintah di Indonesia
aktif dari senin hingga jumat, dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 maka aksi
amat tidak menarik jika dilaksanakan diluar waktu tersebut misalnya pada hari
Sabtu atau minggu dan tanggal merah lainnya atau pada jam-jam kantor tutup.
Momentum aksi massa
yang jelas sangat menentukan. Aksi pada satu momentum bersejarah akan membuka
kembali memori massa
akan satu peristiwa yang tidak dihendaki terjadi oleh semua. Maka momentum
dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a.
Momentum yang dibuat sendiri (ourself
made momentum)
Momentum pengajuan tuntutan terhadap pemerintah
untuk mencabut atau mengukuhkan kebijakan saat tertentu yang tidak ada basis
materialnya pada masa lalu, bahwa pernah terjadi satu peristiwa penting yang
diketahui orang banyak pada hari atau tanggal yang bersangkutan.
b.
Momentum yang disediakan(privided
momentum) yaitu saat penyelenggaran aksi massa yang dipaskan dengan memperingati satu
kejadian pada masa silam. Misalnya aksi massa
buruh pada tanggal 1 Mei memperingati hari buruh se dunia, dll.
Aksi yang dilaksanakan pada momentum yang
disediakan ini akan dapat mengingatkan kembali massa luas kepada peristiwa yang tragis atau
bahkan monumental yang pernah terjadi pada masa lalu.
II.
Pelaksanaan Aksi massa/demonstrasi
Pada saat aksi massa dilakukan, segala tindakan massa disetting sesuai dengan persiapan yang
telah dilakukan para perangkat yang telah diberi tugas. Semua bekerja sesuai
dengan tugas yang telah disepakati bersama dalam persiapan sebelum aksi massa digelar.
Penyimpangan terhadap kesepakatan-kesepakatan yang
telah dibuat bersama, akan dikoreksi pada saat forum evaluasi diadakan.
III.
Evaluasi
Evaluasi adalah tahap terakhir dari rangkaian aksi
massa.
Merupakan forum atau wadah tempat mengoreksi kesalahan-kesalahan atau
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lapangan yang sebenarnya tidak sesuai
dengan setting aksi massa
yang telah disepakati bersama. Evaluasi ini berfungsi melahirkan ide-ide baru
yang dapat membangun struktur pemikiran alternatif terhadap pola aksi yang
telah dilaksanakan oleh komite aksi. Dialektika pola aksi massa justeru dapat terungkap ketika evaluasi
terhadap pelaksanaan aksi massa
digelar.
Penutup
Aksi massa
atau sering disebut demonstrasi telah semarak di Indonesia sejak periode akhir
kejayaan Rejim Soeharto. Fenomena aksi massa
ini tidaklah lahir secara spontanitas belaka, kemunculannya lebih
dilatarbelakangi oleh latar belakang sosiologis dan psikologi massa yang tidak puas dengan keadaan sosial
yang melingkupinya. Keadaan sosial tersebut disebabkan oleh sistem sosial,
ekonomi, politik dan kompleksitas sistem yang lain.
****
Comments
Post a Comment