SURAT UNTUK PARA SANTRI DAN ULAMA
SURAT UNTUK PARA SANTRI DAN ULAMA
Pesantren merupakan gedung ilmu dan air mata pengetahuan
(dikter Soetomo, Pendiri Boedi Utomo)
SUNGGUH kami sangat kagum dengan pengetahuan agamamu,
Engkau juga adalah pelanjut fungsi kenabian untuk mendakwakan Islam, Engkau telah menggunakan waktumu untuk memperdalam ilmu islam dan ilmu lainnya
Oh sungguh, itu adalah kemuliaan.
Engkau paham banyak hadist, Engkau paham tentang kisah para nabi,
Engkau mengerti tantang banyak isi AL-Qur`ran,
Engkau telah mempelajari tentang hari kiamat serta surga dan neraka,
Engkau sangat paham tentang tujuan penciptaan Allah atas apa yang ada di langit dan di bumi,
Engkau sangat mengerti kebenaran, tentang pentingnya kemanusiaan, tentang pentingnya keadilan, dengan berbagai landasan ayatnya.
Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia.
Salah satu negara yang paling banyak kaya akan sumber daya alam.
Tapi, sekarang bangsa kita penuh dengan ketidakadilan dan penuh dengan pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Kebenaran hanya dikampanyekan oleh para pejabat, tapi tidak dilaksanakan.
Negara kita adalah salah satu negara terkorup di dunia,
negara kita adalah salah satu negara tercepat dalam merusak hutan.
Negara yang paling sering menggusur, karena hampir setiap hari ada penggusuran.
Salah satu negara utangnta paling tinggi di dunia.
Kemudian muncul pertanyaan dari para tukang bcak, penjual sayur, dan kaum miskin yang lain.. oh dimana para santri dan para ulama?
Apakah kamu harus menjawab bahwa mereka sedang sibuk menghafal hadist sehingga tidak sempat datang untuk membantumu?
Apakah kami harus jawab bahwa mereka sedang sinuk shalat, puasa, zikir, sehingga tidak sempat memperhatikan nasibmu dan nasib bangsa ini?
Atau haruskah kami jawab bahwa mereka sedang sibuk memikirkan keluarga mereka sendiri sehingga lupa denganmu?
Atau apakah kami harus menjawab bahwa mereka sedang sibuk bersahabat dengan pejabat-termasuk membantu politisi korup yang sedang bertarung dengan kandidat dalam pemilu-sehingga mereka lupa untuk mendatangimu?
Tapi sungguh, kami takut memberi jawaban seperti itu kepada mereka, karena munkin mereka akan kecewa, bukan hanya padamu tapi juga terhadap islam sehingga akhirnya memilih untuk berhenti beribadah atau meninggalkan agama islam.
Jadi, apakah yang harus kami jawabkan ketika mereka mempertanyakan keberadaanmu?
Mohon bimbinganmu,..
karena sungguh kualitasmu jauh diatas kami,...
Referensi:
Buku Pare dan catatan tak usai karya A. Zulkarnain
Comments
Post a Comment