RINGKASAN BUKU PARE DAN CATATAN TAK USAI - PENULIS A. ZULKARNAIN



PARE DAN CATATAN TAK USAI

“Keimanan yang tidak bermanfaat terhadap orang banyak, adalah keimanan yang perlu dipertanyakan”
“orang yang sangat mulia adalah orang yang mempelopori suatu gerakan moral yang berguna bagi generasinya dan juga generasi berikutnya, selanjutnya adalah orang yang memberikan jasa besar bagi masyarakat pada umumnya, dan selanjutnya adalah orang yang kata-katanya memberikan pencerahan dan inspirasi bagi orang lain. Ini adalah tiga pencapaian yang tak akan mati dalam kehidupan. (The Tso Chuan)”
“setialah dalam mengerjakan hal-hal kecil dan sederhana, karena disanalah terletak kekuatanmu. (bunda theresa).”
“sejarah mencatat tidak ada pembela manusia yang paling konsisten, militan, dan berhasil gemilang kecuali para nabi para pembawa risalah tuhan. (Komaruddin Hidayat)”
“jika ingin melihat karakter asli seseorang, maka lihatlah ketika dia sedang menghadapi masalah.”
“saya curiga terhadap hal-hal yang tidak disampaikan secara terbuka: karena disanalah sumber segala kekacauan. (Jean-Paul Sartre)”
“Manusia ideal bukan pada banyaknya uang dan jabatan yang dimiliki, tapi banyaknya kebaikan yang diperbuat.”
“Penindasan hanya bisa terjadi ketika ada kerjasama antara penindas dan yang ditindas.”
“hidup hanya sekali, olehnya itu janganlah memilih hidup dalam keadaan tertindas.”
“Kalau hakekat manusia pada daging dan kulitnya, maka apa bedanya dengan hewan.”
“sungguh, bangsa ini merindukan perempuan yang cerdas, berani, dan beriman yang setia pada cinta dan kebenaran.”
“Ilmu adalah cahaya yang akan menambah kehangatan hidupmu.”
“Guru biasa.. Memberitahukan, Guru baik.. Menjelaskan, Guru Ulung.. Memperagakan, Guru Hebat.. Mengilhami” (Willian Athur Ward)
“Para muridlah yang membuat seseorang bisa menjadi guru yang hebat. Jika murid kita tidak tertawa pada lelucon kita, tidak antusias terhadap mengajar kita, dan tidak mau membuka diri, maka mengajar akan menjadi sulit.” (Sally Pooence Orourke, Guru teladan california)
“Satu-satunya yang harus kita takutkan adalah rasa takut itu sendiri.” (Franklin Delano Roosevelt)
“Belajar bukan pekerjaan menghafal TEORI, tapi proses untuk memahami KEHIDUPAN”
“Belajar dan berjuang adalah usaha kita untuk membuat para malaikat tersenyum.”
“Karena tuhan berkata, “telah aku tiupkan Ruh ku kepadamu” maka, tidak ada kata sombong, lelah, takut dan cuti dalam berjuang.”
“Wahai perempuan keindahanmu tampak dari rona kebijaksanaanmu, kemuliaanmu ada pada hasrat intelektualmu yang tak berujung, dan keagunanmu tampak dari spirit perjuanganmu menghempas kezaliman.” (Winda Junita Ilyas)
“Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja.” (Buya Hamka)
“Ciri-ciri orang yang tidak paham hakikat kemanusiaan adalah gampang stress, mudah sakit hati, tidak punya semangat hidup, selalu mudah menyalahkan orang lain, mudah menindas orang lain, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan”
“Indikator kampus yang ideal bukan dilihat dari materialisnya yaitu fokus membangun gedung kampus yang menjadi indah, taman yang cantik, aspal yang semakin mulus, dan selokan yang sungguh bersih. Tetapi kampus yang ideal itu dilihat dari kapasitas intelektual Dosen dan kualitas anak didiknya, serta peningkatan kualitas atau profesionalitas pegawainya.”
“Hanya pandangan dunia sprituallah yang dapat menjadi solusi atas masalah yang ada selama ini, bahwa sesungguhnya ada hubungan yang sangat kuat antara manusia, masyarakat, alam semseta, dan tuhan, dimana keempatnya mustahil untuk bisa dipisahkan karena itu adalah Undang-Undangnya Kehidupan.”
“Rumusnya semakin rendah ego kita semakin tersiksa kita dalam menjalani hidup ini”
“Disetiap zaman penindasan dan perlawanan selalu mempunyai ikatan yang intim”
“Hidup yang tak terperiksa secara filosofis adalah hidup yang tak layak untuk dijalani.” (sokrates)
“Anugrah dan bencana itu adalah keniscayaan, persoalan sedih atau bahagia tergantung cerita yang kita bangun sendiri.” (Jalaluddin Rakhmat)
“Ya ilahi, bunuhlah ke-aku-an ku, sekiranya karena ke-aku-an kulah yang menghalangi untuk sampai kepada pelukan Cinta-Mu.”
“Visi Kehidupan itu: Belajar, Bekerja, Beribadah dan Berjuang.”
“Tuhan akan hadir danmenyapa manusia, sesuai dengan persepsi manusia tentang Dia.” (Ibnu Arabi)
“Orang yang mencintai dan menyayangi tanpa ilmu: dekat dengan kemungkinan keterjerumusan. Orang yang mengasuh tanpa ilmu: dekontruksi sangat mungkin terjadi. Orang yang menyantuni tanpa ilmu: kemanjaan hasilnya. Orang yang berkuasa tanpa ilmu, apalagi tanpa cinta, kasih sayang, dan kesadaran kepengasuhan dan kesantunan: fir'aunisme yang dibangunnya.” (Ainun Nadjib)
“Kita mengorbankan kesehatan untuk mendapatkan uang, kemudiann kita mengorbankan uanguntuk meraih kembali kesehatan.” (Voltaire)
“Revolusi tidak turun dari langit, Dia harus diperjuangkan.”
“Kita tidak boleh pasrah dan hanya menjadi penonton. Kita harus ikut menggerakkan kehidupan menuju jalan yang benar.”
“Mahasiswa hidup dan berjuang ditengah kaum tertindas, bukan tidur dan menghafal teori didalam kampus yang angkuh.”
“Lebih baik mati untuk kemerdekaan daripada hidup dalam kematian.” (Soekarno)
“Suatu negara jangan dinilai dari cara memperlakukan warganya yang paling tinggi, tetapi bagaimana negara itu memperlakukan warganya yang paling rendah.” (Nelson Mandela)
“Realitas yang membuat kita semakin sedih adalah ketika para kaum-kaum intelektual dosen maupun manusia mahasiswa hanya sibuk membaca buku, sibuk merenung tentang ilmu pengetahuan, dan berdiskusi tetang idealisme-idealisme tanpa pernah ingin mengambil resiko untuk tegaknya idelitas, seperti yang ada dalam kepala mereka.”
“Para mahasiswa sedang sibuk kuliah, sibuk kerja tugas, fokus untuk mengejar IPK tinggi. Para pelajar sedang sibuk belajar untuk masa depannya masing-masing.”
para pengurus lembaga kemahasiswaan sedang sibuk dengan kegiatan Musyawarah Besarnya, sibuk menyusun program kerja yang tak ada hubungannya dengan penderitaan rakyat, sibuk melakukan rapat, sibuk berdiskusi tentang kemiskinan, serta berdebat tentang kapan dan bagaimana revolusi.”
“kapitalis lebih jahat dari pada setan.” (Muhammad Abdul Salam)
“Seharusnya pembangunan menggusur kemiskinan, bukan menggusur rakyat miskin.”
Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang saudaku penguasa-penguasa yang memerintahmu, diatas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan kebijaksanaan, tetapi bila telah turun mimbar, mereka melakukan tipudaya dan pencurian (korupsi). Kalbu mereka lebih busuk dari bangkai.” (HR. Ath. Thabrani)
Bung karno pernah berkata bahwa “ Kemerdekaan suatu bangsa dan negara setidaknya berarti berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi, dan berkepribadiaan dibidang kebudayaan.”
“Tanpa kritisme tidak akan tumbuh demokrasi dan ilmu pengetahuan. Tanpa kristisisme tidak ada jalan untuk menjadi manusia dan mengembangkan kemanusiaan kita.” (M. Fadhroel Rachman)
“Jika kita ingin menghancurkan seuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah.” (Milan Kundera)
“Peradaban akan berhenti ketika pembaca terakhir telah berhenti mebacanya.”(Olive Wender Holmes)
“Intelektual berada dalam posisi mengungkapkan kebohongan-kebohongan pemerintah, menganalisis tindakan-tindakan yang sesuai dengan penyebab, motif-motif serta maksud-maksud yang sering tersembunyi disana.” (Noam Chomsky)
“Secara substansi, menulis adalah pekerjaan kaum berilmu karena dengan pengetahuaanya yang dalam, sehingga bisa memberikan tafsiran yang lebih tajam dan menarik atas realitas.”
“Tulisan yang baik adalah yang mengagetkan dan menakutkan bagi para penindas dan menbahagiakan bagi orang yang baik, karena sekiranya membahagiakan keduanya, maka bagaimana kita bisa membedakan antara kebenaran dan ketidakbenaran.”
“Tulisan yang indah adalah yang mampu membangunkan jiwa para pembacanya dan bukan sekedar permainan bahasa atau sekedar bermotif menjadi jagoan dalam menulis (gaya-gayaan), tapi lebih jauh dan lebih tinggi dari itu adalah semangat perjuangan untuk melihat realitas lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih adil.”
“Tulisan yang baik adalah seperti nyamuk yang senantiasa mengganggu tidur para pengacau-pengacau itu.”
“Ketika kebaikan dan para kebenaran hanya sampai pada tenggorokan kaum agamawan dan kaum intelektual, maka tak akan menankutkan bagi para penindas dan tak akan berguna bagi masyarakat dan peradaban.”
“Cara terbaik yang membuat seseorang dapat menjalankan revolusi adalah menulis sebaik yang dapat dilakukan.” (Dan Marquez)
“Skripsi-skripsi kesarjanaan lebih banyak merupakan laporan praktikum atau pemaparan gejala-gejala pembukaan daripada menggungkapkan hubuungan-hubungan pokok yang mendasarinya. Masih sangat jauh kalau daripadanya kita mengharapkan adanya thesis-thesis yang tajam dan berarti.” (Ahmad Wahib)
“Orang boleh pandai setingi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” “karena kau menulis, suaramu takkan padan ditelan angin-akan abadi, sampai jauh. Jauh dikemudian hari.” (Pramoedya Ananta Toer)
“Saat ini TV telah menjadi agama baru, dimana segala sesuatu berpedoman padanya.”
“TV adalah pengisi waktu yang mengalihkan kita dari makna hidup.” (Devis Niven)
Gunakanlah sayap akal dan sayap cintamu, agar engkau dapat terbang menyapa sang pencipta.”
“Dosa paling besar cendikiawan adalah apabla ia tahu apa yang seharusnya dikatakan, tetapi menghindari mengatakannya.” (Edward.W.Said)
Rasulullah bersabda: “Orang yang paling aku cintai adalah orang yang paling baik terhadap sesamanya dan yang paling aku benci adalah yang angkuh dan sombong terhadap sesamanya.” (HR. Tirmidzi)
“Janganlah masyarakat laki-laki mengira, bahwa ia dapat maju subur, kalau tidak dibarengi kemajuan masyarakat perempuan pula.” (Soekarno)
“Perempuan yang baik bisa di lihat pada konsistensnya menjalankan perintah agama, baik substansi nilai (kebenaran, keadilan, kemanusiaan) maupun syariatnya, seperti shalat, puasa, dan lainnya (bagi yang muslim).”
“Ketika harus dibenturkan antara kepentingan satu perempuan dengan ideologi, maka yang wajib kita pilih adalah kepentingan Tuhan dan Ideologi, karena istri kita niatnya menjadi teman seperjalanan dalam hidup yang akan sama-sama membangun generasi revolusioner.”
“Cinta sejati adalah cinta yang mengantarkan kita untuk menemukan pemilik cinta (Tuhan), bukan menjauhkannya. Dan untuk menemukannya kita perlu melakukan amalan ibadah individu dan ibadah sosial secara bersama, sebagaimana yang dicontohkan oleh para nabi dan para pemberontak agama yang lain.”
“Menikah adalah konsistensi pada nilai kebenaran, keadilan, kemanusiaan.”
“Fitrah manusia adalah senantiasa merindukan kebenaran, keindahan, dan kebaikan.”
“Perempuan yang baik adalah yang mengingatkan dan bahkan mengancam meninggalkan ketika kita berbuat hal-hal yang bertentangan dengan ideologi maupun anjuran agama.”
“perempuan yang baik adalah yan tidak mengeluh ketika kita berdiskusi tentang idealisme, perempuan yang bahagia ketika pasangannya berbuat baik untuk orang lain, perempuan yang bahagia ketika pasangannya ikut dalam barisan perjuangan untuk memperbaiki keadaan, perempuan yang meghalalkan pasangannya untuk capek bahkan mati demi kebenaran dan keadilan.”
“Nak, ketika ketika revolusi ini tak mampu aku wujudkan dengan tanganku, maka akan kutiupkan revolusi ini kepadamu.”
“dicari wanita tanpa kosmetik.”
“Ketika kebaikan dan kebenaran hana sampai tenggorokan agamawan dan kaum intelektual, maka tak akan menakutkan bagi para penindas dan tak akan berguna bagi masyarakat dan peradaban.”
“Keyakinan bahwa hidup adalah perjuangan membuat kita selalu optimis dengan hidup. Kita percaya bahwa ada cahaya dihari esok yang harus direbut supaya tercipta keadilan dan kedamaian.”
“Karena sesungguhnya 'syahid' adalah kerinduan seorang pejuang sejati yang membuat kita tidak takut dengan mati, apalagi harus takut dengan isu, fitnah, pencemaran nama baik, ancaman, dan lain-lain.”
Rasulullah bersabda: “Selesaikanlah urusan orang lain, maka tuhan akan meyelesaikan urusanmu.” (HR. Muslim)
Rasullulah bersabda: “tidaklah dikatakan beriman orang yang dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangganya tertidur dalam keadaan lapar.” (HR. Bukhari)
“ Syahadat seharusnya tidak hanya dimulut, tapi harus dibuktikan dalam perilaku dan karakter berfikir, karena ketika hanya dimulut, maka burung beo pun bisa melakukannya.”
Soe Hok Gie : “ Kini mereka telah menghianati perjuangan, kita generasi muda ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mangacau.
“Ibaratnya handphone yang butuh cas ketika lowbat, maka begitupun fungsi shalat, puasa, zikir dan sejenisnya, agar kita senantiasa aktif untuk mendorong tegaknya nilai yang diusung oleh Rasulullah Muhammad SAW- kebenaran, keadilan, kemanusiaan.”
“Islam adalah adalah ideologi yang terbaik untuk menuju surga akhirat dan sekaligus ideologi yang terbaik untuk meciptakan surga di mukabumi ini, dimana kemanusiaan, kebenaran, kesejahteraan, dan keadilan menjadi nyata.”
“Perjalanan vertikal dan horizontal adalah satu paket dan mustahil untuk bisa dipisahkan sebagaimana di contohkan oleh para nabi.”
“Ulama adalah pelanjut tugas kenabiaan, maka ulama tidak hanya menunggu untuk didatangi, tapi ulama harus mendatangi umatnya termasuk masyarakat yang miskin untuk mendengarkan mereka bercerita dan memabantunya.”
“Agama hadir untuk mengubur kezaliman menghidupkan keadilan, bukan sebaliknya.”
“kita yakin bahwa penyatuan ibadah individu dan ibadah sisial adalah cara kita untuk membuat para malaikat tersenyum.”
“puasa adalah milik Allah. Didalamnya ada nilai-nilai tentag integritas, konsistensi, loyalitas dan kepasrahan. Ibadah puasa juga menunjukkan skema kejujuran dalam hubungan kita dengan Tuhan dan Mahluk lainnya.” (Cak Nur)
“Kita menahan makan mulai waktu imsak sampai magrib. Dan diwaktu tersebut kita gunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis makanan yang akan kita habiskan ketika berpuasa.”
“Puasa adalah pekerjaan menahan ditengah kebiasaan menumpahkan, atau mengendalikan ditengah tradisi melampiaskan.” (Cak Nun)
“Hakikat puasa adlah meomentumm unutuk kita meraakan derita kemanusiaan. Bukan hanya derita diri, keluarga, dan derita orang lain terdekat lainnya, tetapi derita kemanusiaan universal bagaimana merasakan derita tukang becak, PNS rendahan, penjual sayur, pensiunan, derita palestina, derita Gaza, derita Ethiopia dan derita suriah.”
“Harusnya ceramah agama bukan seperti sinetron yang menghayutkan pemirsa, sehingga lupa akan ketertindasaan dalam diri dan diluar dirinya.”
“ceramah agama harus mampu membangunkan Ruh yang lemah atau mati sehingga spiritualitas punya korelasi terhadap keadilan sosial.”
“jika islam berarti ketundukan dengan penuh ketulusan, mak atas dasar islam-lah selayaknya kita hidup dan mati.”
“pesantren merupakan gedung ilmu dan air mata pengetahuan.” (Dokter Soetomo, pendiri boedi utomo)
“Ulama harus turun membina masyarakat, tidak boleh terpenjara didalam masjid.”
“Umat merindukan seorang ulama yang cerda, kritis, dan berani mengatakan TIDAK pada kezaliman.”
“Membaca itu sesuatu yang lumrah dan menyejarah. Nyaris tidak ada manusia yang tidak mengalami membaca dalam sepanjang hayatnya. Membaca adalah kegiatan yang sangat purba sejak Adam diajari oleh Tuhan mengeja sejumlah nama-nama.” (Aceng RuhendiSaifullah)
“kalau tubuh kita ingin sehat, amaka kita harus rajin mengkonsumsi makanan liama sehat empat sempurna. Mengkonsumsi ilmu pengetahuan seperti filsafat, budaya, agama, politik, ekonomi, dan lain-lainnya. Sebagaimana semuanya itu secara hakikat tidak tepisah, tapi sama-sama menjelaskan tentang realitas Tuhan, karena seungguh baratlah yang memisah-misahkannya dengan aradigma positivistiknya, sehingga kita mampu menangkapnya hubungan sejati antara alam, manusia dan Tuhan.”

Ada beberapa ego dalam diri manusia, yaitu: Ego diri, ego keluarga, ego kelompok, ego suku, ego bangsa, ego semesta.
Menurut Ali Syariati, substansi pertanrungan dalam hidup adalah antara pelanjut Habil dan Qalil. Dengan meminjam istilah Al-Quran, selanjutnya menjelaskan bahwa ada empat tipe manusia pelanjut Qabil (simbol penindas) disetiap zaman yaitu Fir'aun, Herman, Qarun, dan Bal'am. Fir'aun adalah penguasa yang korup. Herman adalah ilmuan yang melacurkan ilmunya kepada penguasa busuk. Qarun adalah simbol penguasa rakus. Bal'am adalah agamawan yang menjilat kepada penguasa zalim dan menggunakan legitimasi agama untuk meninabobokkan masyarakat.
Alasan kenapa wajib DEMO:
  1. Tanggung jawab kaum intelektual
  2. perintah agama untuk membela yang benar
  3. pengkaderan massal (mudah, partisipatif, efisien)
  4. melatih idealisme dan kesabaran
  5. sejarah membuktikan, demonstrasi bisa menjatuhkan penguasa zalim
  6. bukti keberpihakan terhadap rakyat miskin yang tertindas
  7. sebagai bukti nasionalisme (cinta kepada negara)
Hati-hati dengan perempuan yang hanya selalu menpercantik fisiknya dan lupa untuk mempercantik jiwanya memeperindah akhlak da ilmunya karena banyak perjuangan yang gagal karena terjebak dalam cinta seperti itu.

Hal yang sangat menyedihkan adalah puasa hanya menjadi suatu agenda ritual formal administratif. Puasa kehilangan pesan sosiologis. Puasa kehilangan pesan perjuangan. Puasa kering akan pesan perlawanan terhadap konsumerisme dan kerakusan serta pesan tentang perlawanan terhadap pejabat yang korup dan pejabat yang hidup mewah di tengah kehidupan rakyatnya yang haus dan lapar dibangsa ini, sungguh bukan lagi karena malas, tapi mereka miskin karena ada kesalahan pengelolaan negara seperti menjamurkan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), kebijakan strategis yang lebih memuliakan pihak asing serta memunculkan berhala gerbong politik. 


Comments

Popular posts from this blog

SENI PERANG

Lirik dan Chord Gitar Sisir Tanah - Bebal